Prisma

Kondisi Psikologis Pedagang Golongan Ekonomi Lemah: Studi Kasus Kewiraswastaan di DIY

Penduluan

Berikut ini dikemukakan sebuah penelitian tentang kondisi psikologis yang erat hubungannya dengan “motivasi intrinsik” bagi pedagang golongan ekonomi lemah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mengapa justeru pedagang golongan ekonomi lemah? Hal ini disebabkan oleh pertimbangan, bahwa sektor perdagangan merupakan sektor yang amat dominan, dalam perekonomian DIY, di samping sektor pertanian; dan pedagang golongan ekonomi lemah (sering diidentikkan dengan “pribumi”) perlu diketahui sifat/cirinya guna menunjang strategi pengembangannya. Pengembangan ini penting karena memiliki arti strategis ekonomi bagi perekonomian DIY. Peranan sektor perdagangan bagi perekonomian DIY dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel I memperlihatkan bahwa sektor perdagangan dalam komposisinya terhadap Gross Regional Domestic Product (GRDP) menduduki urutan kedua (22,24% GRDP), sesudah sektor pertanian (39,13% GRDP). Dalam pertumbuhan per tahunnya (14,38%), memang agak kecil dibandingkan dengan sektor listrik dan air minum (78,08%) transpor dan komunikasi (21,86%); namun masih lebih tinggi dari tingkat pertumbuhan sektor pertanian (14,25%), lebih-lebih sektor perekonomian lainnya (kurang dari 13%). Dengan demikian dapat dilihat bahwa sektor perdagangan mampu memberikan tambahan sumbangan pada GRDP DIY setiap tahunnya dengan 3,2%. Angka ini merupakan angka tambahan sumbangan-sumbangan pada GRDP yang tertinggi, sesudah sektor pertanian, yaitu 5,58%. Dibandingkan dengan sektor-sektor lain di luar sektor pertanian, sektor perdagangan ini mampu memberikan sumbangan tertinggi pada GRDP DIY, karena sektor-sektor yang lain hanya memberikan tambahan sumbangan kurang dari 1,5% per tahun. Melihat sektor perdagangan yang memiliki peranan penting bagi perekonomian DIY, maka sudah selayaknya disoroti berbagai persoalan sektor ini sehingga berfaedah bagi strategi pengembangannya. Salah satu persoalan yang diharapkan bisa diungkapkan dengan studi ini adalah kondisi psikologis pedagang-pedagang di DIY, sebab usaha-usaha pengembangan sektor ini tidak akan berhasil dengan baik tanpa mengetahui kondisi psikologis pedagang itu sendiri. Sebagian besar pedagang di DIY berasal dari penduduk asli, yaitu sebesar 70,5% sedangkan selebihnya adalah warganegara keturunan Cina (terbanyak), Arab dan India, serta Cina warganegara asing, India dan Amerika. Komposisi pedagang DIY tahun 1976 adalah sebagai diperlihatkan Tabel 2.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan