Prisma

Kontribusi Industri Skala Kecil Terhadap Ekonomi Lokal

Studi Perbandingan Antar Kabupaten/Kotamadia di Jawa Barat

Peranan Industri Skala Kecil, dalam konteks nasional dan lokal, pada umumnya berwujud penyerapan tenaga kerja, pembentukan dan distribusi pendapatan terutama pada kelompok masyarakat miskin. Studi Tulus Tambunan ini membahas besarnya penyerapan tenaga kerja dan sumbangan Industri Skala Kecil terhadap Produk Domestik Regional Bruto, dengan memperbandingkan beberapa kabupaten/kotamadia di Jawa Barat. Peranan Industri Skala Kecil dan penyerapan tenaga kerja menonjol di sektor manufaktur namun produktivitasnya kecil.

Pendahuluan

Sebenarnya sejak harga minyak di pasar dunia mulai menurun, disusul resesi dunia 1982, pemerintah Indonesia mulai memperhatikan perkembangan industri kecil dan rumah tangga (sebut saja Industri Skala Kecil atau ISK)1, yang jumlahnya sangat banyak, terutama di daerah pedesaan. Timbulnya perhatian pemerintah terutama sekali disebabkan oleh kenyataan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional yang cukup baik sejak Repelita I (1969) tidak memberi dampak seperti yang diharapkan terhadap penyediaan kesempatan kerja, dan pada saat yang sama distribusi pendapatan semakin pincang. Karena itu harapan pemerintah dengan pertumbuhan ISK yang baik akan mengurangi jumlah pengangguran, terutama di pedesaan, dan selanjutnya distribusi pendapatan bisa lebih baik.

Atas dasar latar belakang ini, suatu hal yang penting untuk ditinjau dan analisa adalah sejauh mana peranan ISK, baik secara nasional maupun dalam konteks lokal (misalnya, pada tingkat desa, Kecamatan atau Kabupaten), dalam hal seperti penyerapan tenaga kerja dan pembentukan serta distribusi pendapatan, terutama pada kelompok masyarakat miskin.

Dua hal utama yang akan dibahas di studi ini: besarnya penyerapan tenaga kerja oleh ISK, dan kontribusi ISK terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Untuk tujuan ini, beberapa indikator akan digunakan sebagai alat analisa. Fokus studi ini hanya pada ISK di Provinsi Jawa Barat. Studi ini bersifat suatu analisa perbandingan antar Kabupaten/Kotamadia di Jawa Barat dengan mempergunakan data-data sekunder dari BPS, antara lain Sensus Ekonomi (SE) 1986, PDRB per Kabupaten/Kotamadya di Jawa Barat (1986-1990), dan data lainnya seperti Kabupaten Dalam Angka.

Karakteristik utama ISK

Pentingnya ISK, terutama di negara-negara dengan kondisi seperti Indonesia di mana jumlah tenaga kerja berpendidikan rendah dan aneka sumber alam sangat berlimpah, kapital terbatas, pembangunan di pedesaan masih terbelakang, dan distribusi pendapatan tidak merata, sangat erat hubungannya dengan sifat-sifat umum kelompok industri tersebut.

Pertama, proses produksi sangat padat tenaga manusia. Karena itu, pengembangan ISK akan memperluas kesempatan kerja dan sekaligus membentuk atau meningkatkan pendapatan. Kedua, ISK lebih banyak terdapat di daerah pedesaan dan kegiatan-kegiatan ISK lebih berorientasi ke sektor pertanian, baik dari sudut permintaan maupun dari sudut penawaran. ISK penting tidak hanya sebagai suatu sektor yang menyediakan banyak kesempatan kerja dan memberi pendapatan, baik utama maupun tambahan bagi penduduk di pedesaan, tetapi pengembangan ISK juga merupakan suatu landasan atau proses awal bagi proses industrialisasi yang berorientasi agrobisnis di pedesaan.2 Ketiga, pada umumnya ISK memakai teknologi sederhana yang lebih cocok dengan kondisi ekonomi, sosial serta fisik di pedesaan. Keempat, sumber utama dana untuk pembiayaan kegiatan di ISK pada umumnya berasal dari uang atau tabungan pribadi si pemilik usaha itu sendiri. Karena itu, pengembangan ISK di pedesaan juga sangat penting sebagai suatu instrumen untuk mengalokasikan sumber dana lokal yang ada ke kegiatan-kegiatan yang lebih produktif.3 Kelima, pengembangan ISK juga sangat penting sebagai sektor yang lebih bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok penduduk dengan penghasilan rendah, karena industri-industri ini menghasilkan barang-barang dengan harga yang relatif murah kalau dibandingkan dengan barang-barang hasil buatan industri skala menengah dan besar (ISMB) atau impor.4

Kesimpulannya, besarnya peranan ISK bagi ekonomi lokal, baik untuk tingkat desa, Kecamatan, Kabupaten, maupun Provinsi, tergantung, di satu pihak, pada intensifikasi penggunaan orang-orang lokal sebagai pekerja, tabungan penduduk lokal sebagai dana investasi, dan bahan-bahan baku lokal sebagai input utama oleh ISK, dan di pihak lain besarnya pelayanan ISK terhadap kebutuhan konsumen dan produsen lokal.


1 Studi ini memakai definisi BPS. Industri Kecil (IK) adalah perusahaan (dalam sektor manufaktur) dengan memakai jumlah pekerja antara 5 sampai 19 orang. Sedangkan Industri Rumah Tangga (IRT) adalah perusahaan yang juga disebut home industry dengan jumlah pekerja antara 1 sampai 4 orang. IRT lebih primitif kalau dibandingkan dengan IK dalam banyak hal seperti, misalnya, proses produksi, struktur organisasi, pola manajemen, dan sifat pemakaian tenaga kerja. Dalam hal terakhir ini, IRT lebih banyak mempergunakan anggota keluarga si pemilik usaha baik sebagai pekerja tetap maupun tidak tetap.

2 Lihat Tulus Tambunan, The Importance of Small-Scale Industries for Local Economy: Some Findings of a Survey, Makalah Diskusi, Fakultas Ekonomi, Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta, Agustus 1992.

3 Lihat Tulus Tambunan, Some Aspects of Financing Small-Scale Industries in Developing Countries: A Cross-Section Study, Rotterdam: Oeconomic Publication, Erasmus University, 1989; juga Some Characteristics of Small Enterpreneurs in Rural Areas: A Survey on Small-Scale Industries in Four villages in the District of Ciomas, Bogor County, West-Java, Research Paper No. 1, Jakarta, Lembaga Studi Pembangunan, Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Lembaga Penelitian Universitas Kristen Indonesia (UKI), Mei 1992.

4 Lihat J. Page dan W. Steel, Small Enterprise Development: Economic Issues from African Experience, World Bank Technical Paper No. 26, Washington D.C., 1982.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan