Prisma

Koreksi terhadap “Sustainable Growth”

William Hoogendijk Revolusi Ekonomi: Menuju Masa Depan Berkelanjutan dengan Pengejaran Uang Semata Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1996, xxj + 268 hal.

Buku ini merupakan edisi Indonesia dari The Economic Revolution: Towards a sustainable future by freeing the economy from money-making yang terbit tahun 1991. Melalui buku ini, Hoogendijk mencoba keluar dari paradigma-paradigma pokok ilmu ekonomi untuk menuju masa depan bumi yang lebih baik. Asumsi yang mendasari buku ini adalah bahwa tidak ada barang bebas di muka bumi. Setiap aktivitas ekonomi memiliki biaya (cost) yang tidak semata-mata dapat diteropong dari kacamata finansial.

Peningkatan aktivitas produksi pasca Revolusi Industri sejauh ini dipandang sebagai “berkah.” Sejumlah inovasi teknologi yang mengarah ke mass production memang terbukti banyak memberi kontribusi terhadap upaya menipiskan angka pengangguran, menyumbang pendapatan pajak kepada pemerintah, serta menguatkan hegemoni kekuasaan sebuah negara.

Hingga satu dasawarsa ke depan, OECD (Organization of Economic Cooperation Development) dan World Bank memprediksikan total pertumbuhan GDP dunia mencapai rata-rata 3,5 persen setiap tahun. Negara sedang berkembang (NSB) di Asia Timur diproyeksikan, tampil sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi global dengan pertumbuhan GDP rata-rata 7,9 persen per tahun. Diwadahi realisasi semangat liberalisasi, pertumbuhan perdagangan dunia juga diproyeksikan meningkat 6,3 persen per tahun hingga tahun 2005 mendatang. Asia Timur kembali menjadi growth centre, dengan pertumbuhan ekspor 10,2 persen per tahun dan pertumbuhan impor 10,7 persen per tahun.

Mencermati data-data statistik tersebut ibarat mendengarkan janji distribusi kesejahteraan yang banyak lagi. Pertumbuhan output sebesar 3,5 persen per tahun hingga tahun 2005 mendatang, seolah-olah dapat dilinearkan dengan pertumbuhan utilitas yang diterima konsumen. Semua janji tersebut muncul dari beraneka ragam perhitungan rumit yang menggunakan berbagai asumsi seperti optimalisasi penggunaan sumber daya, maksimisasi keuntungan bersama, dan (tentu saja) operasionalisasi konsep sustainable growth.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan