Prisma

Krisis Energi dan Pengaruhnya bagi Indonesia

Akhir-akhir ini masalah energi banyak dibahas. Selama lima belas bulan terakhir ini lebih banyak dihasilkan tulisan dalam surat-surat kabar dan majalah, lebih sering terdengar pidato, ceramah dan prasaran, serta lebih banyak diadakan diskusi mengenai masalah energi, dibandingkan dengan masa lima belas bulan yang lain dalam sejarah Republik Indonesia.1

Hampir semua fihak telah menyampaikan pendapatnya: unsur-unsur produsen dan konsumen energi, unsur-unsur teknis ilmiah, serta unsur-unsur masyarakat lainnya, baik yang benar-benar ahli, atau yang betul-betul awam, maupun yang setengah ahli, setengah awam. Di fihak yang satu hal ini baik, karena menunjukkan berkembangnya opini masyarakat dalam alam demokrasi Pancasila di Indonesia, tetapi di fihak lain menimbulkan kebingungan (kebingungan), spekulasi dan goncangan emosi yang tidak wajar. Permasalahannya dipersulit lagi, karena terlalu banyak orang yang mendadak ingin menjadi “ahli energi”, yang kemudian menginginkan “pemecahan sempurna” terhadap masalah energi ini secara mendadak pula.

Tulisan ini mencoba menggambarkan apa yang terjadi dalam sektor energi serta mencoba menganalisa kejadiannya, khususnya yang bersangkutan dan berakibat langsung terhadap Indonesia. Dalam hubungan ini akan disinggung akibat-akibat krisis energi terhadap negara-negara berkembang (khususnya Indonesia), serta tindakan-tindakan yang diambil untuk mengatasi krisis tersebut. Selanjutnya, apabila kejadiannya dianalisa, maka dapat disimpulkan bahwa masalahnya jauh lebih rumit dan mendalam daripada sekedar krisis yang bersifat fisik berupa kekurangan sesuatu bahan kebutuhan hidup manusia, yaitu energi. Itulah sebabnya, maka risalah ini mencoba memberikan jalan pemecahannya secara dasariah (basic, fundamental), yaitu melalui perumusan suatu kebijaksanaan energi nasional. Karena materi kebijaksanaan itu menyangkut aspek-aspek yang luas sekali dan menjadi kewenangan Pemerintah, maka materinya sendiri tidak diuraikan di sini. Namun, dalam uraian ini dicoba mengemukakan unsur-unsurnya untuk merangsang masyarakat luas dapat ikut memberikan sumbangkan pemikiran dalam mengisi materinya.


1 Pertemuan-pertemuan penting yang telah diadakan oleh dan untuk masyarakat energi di Indonesia adalah Seminar Energi Nasional (24-27 Juli 1974), Symposium on Energy (dengan ahli-ahli Amerika Serikat, 16-18 Mei 1974).

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan