Kwee Hing Tjiat, tokoh persuratkabaran Tionghoa di Indonesia tempo dulu, adalah juga merupakan penganjur asimilasi total antara pribumi dan nonpribumi. Namun buah pikirannya yang kontroversial pada masa itu mengundang banyak tantangan dari tokoh-tokoh Tionghoa lainnya, termasuk pemilik modal suratkabar yang dipimpinnya. Leo Suryadinata, dalam tulisan ini menelusuri kehidupan Kwee yang tidak selalu sependapat dengan masyarakat Tionghoa pada umumnya.
