Sekolah Katolik bukan hanya menanamkan pengetahuan dan pengertian intelektualisme tetapi berusaha mencapai mutu akademis yang tinggi, dan memperkembangkan segala nilai manusiawi tanpa kecuali. Tetapi sekolah Katolik — seperti semua sekolah lain — menurut J. Drost S.J., hanya merupakan pelengkap dan pembantu bagi orang tua sebagai pendidik utama anak-anak. Pendidikan nilai-nilai di sekolah akan gagal seandainya pandangan hidup orang tua dan skala nilai di rumah bertolak belakang dengan apa yang dipegang di sekolah. Anak-anak didik akan bingung karena mereka hidup dalam dua dunia yang mustahil diselaraskan. Apalagi sekolah Katolik bukan merupakan pusat rehabilitasi anak-anak tersebut.