Majalah wanita dikenal di negeri kita sejak awal abad XX. Dalam zaman penjajahan itu bermacam majalah dengan berbagai isi mode, kepribadian Barat dan Timur, syair, soal poligami ataupun mengenai perkawinan campuran disertai dengan tenaga-tenaga pengasuh yang juga kaum wanita. Setelah semuanya hilang pada saat pendudukan Jepang, dalam masa merdeka hingga 1966 majalah organisasi juga banyak berperan. Dan sejak awal 1970-an, majalah wanita bermunculan dengan merangsang imajinasi wanita. Majalah wanita adalah sumber informasi bagi kaum ibu, tulis Myra Sidharta, yang seharusnya juga memikul tugas sosial edukatif.