Prisma

Masalah Hutang Dunia Ketiga: Gelombang Baru Penunggakan Hutang

Pemerintah Peru yang berkuasa sejak 1968 sebagai suatu eksperimen revolusioner kelihatannya berantakan. Pemerintah tersebut berada di bawah tekanan konsorsium bank-bank swasta USA yang mengajukan tuntutan ekonomi dan politik yang keras sebagai ganti pinjaman untuk melunaskan hutang-hutang luar negerinya. Karena harta rezim militer kiri telah semakin berkurang maka ketergantungannya kepada lembaga-lembaga finansiil Barat semakin jelas kelihatan.

Sekali peristiwa tersebutlah bahwa bangsa-bangsa diharapkan untuk menyeimbangkan neraca pembayaran internasionalnya dengan membayar impor barang dan jasa dengan ekspor barang dan jasa. Bilamana impor tidak seimbang dengan ekspor, maka harus dikirim emas ke luar negeri untuk menutup kekurangannya–sejauh bank pusat atau kementerian keuangan masih memiliki emas. Akan tetapi kemudian kredit internasional dikembangkan, dan neraca pembayaran tidak selalu harus seimbang setiap tahun, meskipun secara teoritis masih dianggap akan menjadi seimbang dalam jangka panjang. Surplus ekspor tahun-tahun terakhir niscayakan akan menutupi surplus impor yang dibiayai dengan kredit pada tahun-tahun sebelumnya. Bilamana impor dan ekspor tidak seimbang dalam jangka panjang, para kreditor tak bisa berbuat lain daripada menerima kepahitan, kalau mereka tidak mampu meyakinkan pemerintahnya untuk mengirim armada bersenjata guna menghajar para penerima kredit tentang tanggungjawab keuangan.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan