Masalah pembangunan dan chususnja masalah keterbelakangan dibidang ekonomi, bukan merupakan masalah baru bagi negara-negara jang baru berkembang. Suatu hal menjedihkan jang menjangkut masalah keterbelakangan ini ialah bahwa djurang perbedaan diantara negara-negara jang sudah madju dan jang sedang berkembang ternjata makin melebar. Negara-negara jang sudah madju makin hari makin bertambah makmur dengan ketjepatan jang luarbiasa, sedangkan negara-negara sedang berkembang masih harus dibebani pula dengan masalah-masalah sebagai akibat bertambahnja penduduk jang luarbiasa itu.
Pada saat ini dan dimasa-masa jang djauh mendatang,politik dan ekonomi dari negara-negara jang sedang berkembang terutama akan berpusat kepada bagaimana berdjuta-djuta penduduk jang masih termasuk miskin itu bisa mendapatkan lapangan penghidupan jang lajak. Hal inipun bukan merupakan masalah jang baru, akan tetapi kekuatiran-kekuatiran tentang akibat-akibat jang mungkin dapat ditimbulkannja achir-achir ini telah memaksakan pemikiran kembali tentang tudjuan minimal dari pembangunan. Pembukaan lapangan-lapangan kerdja sekarang mulai lebih diutamakan dari pada soal bagaimana menambah penerimaan per kapita. Atau setidak-tidaknja kedua-duanja merupakan tudjuan jang sama pentingnja dalam strategi pembangunan. Jang mendjadi masalah ialah bagaimana mengambil kebidjaksanaan jang sesuai untuk meningkatkan skala daripada semua kegiatan pembangunan jang sekarang kearah kemungkinan pertambahan lapangan-lapangan kerdja baru.Jang mendjadi tantangan ialah bagaimana setjara sekaligus meningkatkan produktivitas dan pembukaan lapangan-lapangan kerdja,jang memungkinkan pertumbuhan ekonomi melajani lebih banjak penduduk.