Prisma

Masalah Pembinaan Usaha Perkebunan Rakyat

Pendahuluan

Usaha Perkebunan Rakyat mendapat perhatian lebih besar dalam REPELITA II karena berbagai sebab. Pertama, keadaan perkebunan rakyat ini mengalami kemunduran yang semakin gawat. Kedua, semakin disadari bahwa subsektor ini ternyata melibatkan penghidupan dan lapangan kerja yang sangat luas sehingga bila kemunduran ini dibiarkan berjalan terus akan berarti pengangguran yang semakin besar. Ketiga, di beberapa daerah usaha perkebunan rakyat ini hampir merupakan satu-satunya sumber pendapatan penduduk, sehingga kemunduran yang teramat sangat akan menimbulkan kegelisahan sosial yang tidak dapat diremehkan.

Yang dimaksud dengan perkebunan rakyat adalah usahatani pertanian rakyat yang diusahakan sebagai pertanian keluarga di mana ditanam berbagai komoditi perdagangan. Tanaman-tanaman perdagangan yang termasuk di sini adalah karet, kelapa, kopi, lada, tembakau, cengkeh dan lain-lain. Beberapa tanaman seperti tebu dan kopi dapat diusahakan secara besar-besaran oleh perkebunan besar (plantation) atau kecil-kecilan sebagai pertanian keluarga (perkebunan rakyat).

Dari tanaman-tanaman perkebunan rakyat tersebut yang terpenting adalah kelapa dan karet. Dan untuk kedua tanaman ini pemerintah sedang mengadakan survey besar-besaran untuk melengkapi bahan-bahan guna menyusun program-program pembinaan yang mengarah secara integral.

Tulisan berikut ini bukanlah merupakan hasil penelitian, tetapi hasil olahan dari berbagai penelitian yang telah dilakukan selama ini diberbagai daerah yang mencakup berbagai komoditi. Uraian analitis dari bahan-bahan tulisan orang lain ini mungkin dapat dianggap sebagai hipotesa-hipotesa baru yang memerlukan pengetesan di lapangan.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan