Pendahuluan
Salah satu komoditi ekspor perkebunan terpenting yang menghasilkan devisa negara adalah karet rakyat yaitu sebesar 82,9% dari seluruh perkebunan karet di Indonesia. Karet alam yang diekspor ini berasal dari petani karet berbagai daerah Indonesia antara lain Kalimantan Selatan yang merupakan sorotan tulisan ini. Tingginya devisa negara sebagai sumbangan sektor perkebunan karet rakyat tersebut dapat dilihat dari pemasukan devisa pada tahun 1973 sebesar 32,4% berarti menempati tempat kedua setelah ekspor kayu di propinsi ini. Pada tahun 1968 bahkan pernah mencapai 97%, sebelum ekspor kayu tersebut digiatkan. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya adalah kenyataan bahwa sekitar 70% penduduk Kalimantan Selatan nafkahnya langsung atau tidak langsung tergantung pada komoditi karet ini. Namun, keadaan pohon karet tersebut sudah banyak yang tua dan mengandung kelemahan-kelemanan dalam cara-cara penanaman, tidak sesuai lagi dengan cara-cara baru. Ini berarti produksi akan cenderung terus menerus turun. Dengan cara-cara baru diartikan penggunaan berbagai teknologi baru agar produksi maupun kwalitas tetap tinggi.
Kelemahan-kelemahan dari perkebunan karet yang ada sekarang umumnya adalah: 1. Bahan tanaman masih berasal dari biji; 2. Jenis klonnya tidak jelas asalnya; 3. Tata tanaman dengan kerapatan dan jarak antara tanaman yang tidak teratur; 4. Pemeliharaan kebun yang kurang sejak mulai penanaman; 5. Bidang sadap yang kurang baik¹. Kelemahan ini berhubungan dengan berbagai kondisi para petani karet itu sendiri, dan intensitas serta mutu kegiatan penyuluhan kepada petani karet belum memuaskan. Kurangnya intensitas dan kwalitas penyuluhan perkebunan rakyat ini karena perhatian pemerintah terutama masih ditujukan pada bidang pertanian semusim (pangan); baru selama REPELITA I, usaha-usaha perbaikan mulai digalakkan.
Penyuluhan dengan metode yang tepat kepada petani karet di masa mendatang dengan memperhatikan kondisi petani untuk memperbaiki kelemahan usaha tani yang ada sekarang lebih memungkinkan harapan peningkatan produksi karet dan peningkatan pendapatan petani, devisa daerah dan negara.
* Tulisan ini merupakan tinjauan mengenai maksud penyuluhan pada penelitian karet rakyat di Propinsi Kalimantan Selatan berdasarkan bahan dari Team IPB, Usaha dan Sarana Peningkatan Produksi Kopi dan Cengkeh Rakyat di Sulawesi Selatan serta Karet Rakyat di Kalimantan Selatan, 1974. Penulis turut sebagai anggota team peneliti. 1 Bidang sadap adalah batang bagian bawah pohon karet yang merupakan daerah sadapan, tempat lateks atau getah pohon karet berasal.