Prisma

Masalah Tenaga Kerja di Sektor Informil

Pendahuluan

Analisa ketenaga kerjaan berdasarkan pola penyajian keterangan kwalitatif yang ada sekarang, ternyata tidak cukup tajam untuk mengungkapkan, justru masalah-masalah terpenting yang dihadapi Indonesia dewasa ini. Tata penyajian statistik ketenaga kerjaan yang selama ini dianut didasarkan pada konsep, definisi dan tata penyajian yang dikembangkan dari latar belakang perekoman negara-negara industri.1

Akibatnya apabila dibaca secara harfiah data-data statistik ketenaga kerjaan di Indonesia akan diketemukan berbagai keganjilan-keganjilan. Seperti tingkat pengangguran yang rendah, tidak sesuai dengan yang dirasakan. Terdapat sektor-sektor tertentu yang menggelembung secara berlebihan, seperti sektor pertanian untuk daerah pedesaan dan sektor jasa-jasa dan perdagangan untuk daerah perkotaan. Perincian keterangan lebih lanjut untuk keperluan penelaahan keganjilan-keganjilan itu tidak dapat disediakan. Pengkajian terhadap konsep dan metode yang kurang sesuai itu ternyata belum cukup dikembangkan.

Akibat kurang berkembangnya konsep dan sarana analisa yang sesuai itu banyak pokok-pokok permasalahan ketenaga kerjaan yang sampai saat ini sangat kurang terungkapkan dalam penelaahan yang ada. Keganjilan data ketenaga kerjaan yang disajikan berdasarkan konsep dan definisi yang kurang sesuai itu tetap menjadi teka-teki atau menjadi sasaran spekulasi ilmiah. Menyadari masalah ini beberapa sarjana mulai mempersoalkan sarana ilmiah yang ada serta memikirkan untuk mengembangkan konsep, definisi dan tata penyajian data-data ketenaga kerjaan itu yang lebih sesuai dengan persoalan-persoalan yang dihadapi.

Studi yang bersifat mikro dan terbatas mulai dikembangkan untuk mengungkapkan sektor tertentu yang diduga kurang dapat mencerminkan dalam tata penyajian statistik ketenaga kerjaan yang telah ada. Terry McGee misalnya pada tahun 1970 mulai merintis penelitian-penelitian tentang pedagang kaki lima di Hongkong.2 Studi itu kemudian dikembangkan lebih lanjut di Jakarta, Bandung (Indonesia), Kuala Lumpur, Malaka (Malaysia), Manila, Bagio (Filipina).3


1 Seperti diketahui konsep, definisi dan tata penyajian statistik ketenaga kerjaan di Indonesia sekarang didasarkan pada pendekatan labor force concept dan disajikan menurut pola International Standard of Industrial Classification, dan International Standard Classification of Occupations.

2 Terry G. McGee, Howkers in Hongkong, Preliminary table, Centre of Asian Studies, The University of Hongkong (Working Paper) May 1970.

3 Terry G. McGee, Howkers in Selected Southeast Asian Cities, The Comparative Research Study Outline, Finding and Policy Recommendation. Laporan untuk Konferensi tentang Pedagang Kaki Lima di kota-Asia Tenggara yang disponensi oleh IDRC Canada, Manila, 1975.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan