Prisma

Masyarakat Desa & Adaptasinya Terhadap Pengaruh Luar Suatu Prospek Berdasarkan Penelitian di Jawa Tengah

Pendahuluan

Desa-desa di Indonesia pada umumnya dalam satu dan dua hal/cara tertentu telah mengenal pengaruh dari luar, baik pengaruh itu secara sengaja diarahkan ke desa, maupun secara tidak sengaja memasuki desa. Demikian pula keadaan desa-desa di Jawa Tengah, secara intensif dikenai pengaruh dari luar. Perhatian tulisan ini dipusatkan kepada adaptasi masyarakat desa terhadap pengaruh-pengaruh luar itu sebagaimana terjadi di sejumlah desa. Keterangan-keterangan yang akan digunakan adalah informasi yang diperoleh dari sejumlah penelitian yang telah dilakukan oleh Lembaga Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Universitas Satya Wacana,1 sehingga mungkin terbatas dan kurang lengkap. Dengan demikian yang dibahas akan dibatasi pada beberapa aspek saja.

Dengan adaptasi dimaksudkan bahwa masyarakat desa memberikan respons kepada pengaruh-pengaruh itu atas dasar keadaan dalam desa dan dalam hubungan dengan cara bagaimana pengaruh-pengaruh itu dijadikan sebahagian dari lingkungan kehidupan dalam desa sendiri. Untuk memahami proses itu serta berusaha untuk memberikan semacam penilaian sementara terhadap kemungkinan-kemungkinan prospeknya di masa depan kiranya perlu pula menggambarkan keadaan nyata pada waktu ini (1970–1972) sepanjang hal itu relevan dengan pokok perhatian tulisan ini. Segi-segi pengaruh luar yang diperhatikan adalah pengaruh-pengaruh terhadap (1) segi fisik desa termasuk segi prasarana transpor/komunikasi, (2) pengaruh-pengaruh terhadap usaha-usaha produksi, khususnya usaha tani, (3) pengaruh terhadap soal kependudukan dan tenaga kerja, (4) pengaruh dalam bidang pendidikan, (5) pengaruh berupa dana dan sumber-sumber pembangunan, serta (6) peranan struktur pemerintahan dan organisasi-organisasi sosial. Perlu segera dikemukakan bahwa segi-segi itu di desa tidak dapat dilihat terlepas satu dari yang lain, karena masing-masing saling berhubungan erat dengan lainnya.


1 Lembaga Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Satya Wacana didirikan pada tahun 1966, dan sejak 1970 telah menyelesaikan studi di daerah pedesaan pada 23 desa, sebagian besar terletak di daerah “pasisir” Jawa Tengah. Publikasi-publikasi dari penelitian pedesaan itu adalah Survey Keadaan Desa dalam Rangka Proyek Pembangunan Masyarakat Desa Jakkum di desa Boyolayar (1970), Penelitian Agro-Sociologi dan Agro-ekonomis dalam Rangka Proyek Rehabilitasi Irigasi Jratunseluna di Daerah Prauwvaartkanaal Utara (1970), Laporan Survey Agro-Sosio-ekonomi di Daerah Welahan-Kedung-Semat (1971), Dukuh Kemiri, A Survey of Socio-cultural and Economic Conditions in a Villagenese Village (1971), Perubahan Pertanian Padi di Daerah Tertentu di Asia (1972), Penelitian Agro-Sosio-Ekonomi di Wilayah Jratunseluna (1973).

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan