Like its Prime Minister, the monarchy of the Spanish Bourbones was itself moribund—a situation the philosopher José Ortega Y. Gasset summed up in a fierce pamphlet entitled “Delenda est monarquiea”, in which he declared relentlessly, again and again: ‘Spaniards, your State is no more! Rebuild it…’
Edouard de Blaye,
dalam Franco and the Politics of Spain, 1974
Dalam tahun 1945 kita mendirikan negara yang dinamakan Republik Indonesia. Akan tetapi, sampai kapankah negara yang telah kita dirikan itu akan terus hidup. Pertanyaan ini telah dijawab oleh, almarhum Presiden Sukarno misalnya, yang mengatakan, negara kita Republik Indonesia, akan hidup kekal-abadi. Namun perlu diperhatikan, bahwa di dunia ini tidak ada negara yang kekal-abadi, melainkan, memiliki pangkal dan ujungnya. Ucapan Ortega Y. Gasset yang memperingatkan orang-orang Spanyol-seperti yang telah dikutip dalam permulaan karangan ini-bahwa negara mereka sudah tidak ada lagi, hanyalah salah satu contoh saja. Andrei Amalrik, misalnya, dalam tahun 1969 telah menulis sebuah esei yang menelaah pertanyaan, apakah setelah tahun 1984 Uni Republik Soviet Sosialis, yang telah dibentuk Lenin dalam akhir tahun 1922,1 masih akan tetap hidup.2 Dalam tahun 1918 dibentuk sebuah Republik Jerman sebagai negara baru, tetapi hanya dapat hidup sampai 1933 setelah Hitler naik ke singgasana kekuasaan. Di Asia Tenggara dewasa ini juga terdapat negara-negara yang tidak panjang umurnya. Salah satu contohnya adalah Kamboja. Kerajaan Kamboja, yang dilahirkan tahun 1954 sebagai sebuah negara baru, telah berakhir dalam tahun 1970 ketika Lon Nol membentuk Republik Kamboja, dan pada gilirannya, yang terakhir ini pun tamat pula riwayatnya tahun 1975. Dalam tahun itu Kerajaan Kamboja dibentuk kembali, tetapi tahun berikutnya telah berakhir ketika Pol Pot membentuk Republik Demokrasi Kamboja, yang notabene hendak didestabilisasikan oleh Viet Nam dengan invasinya ke Kamboja akhir 1978. Kamboja adalah sebuah negara kecil. Tetapi tidak hanya sebuah negara kecil saja yang dapat dipersoalkan sampai kapan ia akan terus hidup. Karya Amalrik menunjukkan bahwa negara besar seperti Uni Soviet dapat pula dipersoalkan, meskipun Lenin pernah mengatakan bahwa negara hanya merupakan tahap pertama saja dalam masa peralihan masyarakat komunis, dan bahwa dalam tahap kedua negara akan menghilang.3 Ini berarti, bahwa menurut, cita-cita Lenin, negara yang telah diciptakannya tahun 1917 itu hanya akan berakhir setelah tercapainya tahap kedua dalam masa peralihan masyarakat komunis. Kini Rusia Soviet baru berumur 61 tahun, tetapi tahun 1976, Amerika Serikat telah memperingati 200 tahun berdirinya negara itu. Yang mengesankan ialah, selama 200 tahun itu Konstitusi Amerika Serikat belum pernah diganti dengan konstitusi lain, sedang negara kita dalam tahun 1950-ketika baru berumur 5 tahun-telah mengalami dua kali pergantian konstitusi.
1 Rusia Soviet (Republik Sosialis Federasi Rusia Soviet) dilahirkan dalam akhir tahun 1917, tetapi, Uni Soviet (Uni Republik Soviet Sosialis) baru dibentuk akhir tahun 1922.
2 Andrei Amalrik, Akankah Uni Soviet Bertahan Sampai 1984?, (New York: Harper & Row, 1970).
3 Lenin, The State and Revolution (London: Allen & Unwin, 1917), hal. 105.
(Catatan: Transkripsi di atas merujuk pada file image_cb3bc6.jpg)