Wajah media di Indonesia belakangan ini telah berubah cukup dramatis seiring perkembangan pesat media berbasis internet dan teknologi informasi. Pada saat yang sama, pertumbuhan pasar media cetak di Indonesia cenderung mengalami kemandekan. Bagaimana menjelaskan keadaan itu? Apakah media digital merupakan ancaman terhadap media mainstream? Prisma mencoba mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu dengan mewawancarai Jakob Oetama, tokoh pers nasional yang berhasil membangun dan mengembangkan media sebagai institusi sosial sekaligus institusi bisnis. Persoalan lain yang juga dibahas adalah sejauhmana peran media dalam suksesi kepemimpinan nasional 2014. Di tengah kegaduhan politik yang ditingkahi kampanye negatif, kampanye hitam, politik uang, dan isu manipulasi suara, pers sangat diharapkan dapat dan mampu menjadi wasit yang adil dan juru penerang bagi masyarakat. Kenyataannya tidak demikian. Sangat banyak media mengambil sikap partisan, dan pers kerap mengabaikan Kode Etik Jurnalistik dalam pemberitaannya. Agus Sudibyo, Agung Anom Astika, dan Arya Wisesa dari Prisma berbincang-bincang dengan Pemimpin Umum Harian Kompas Jakob Oetama di Jakarta awal Januari 2015.