Media radio menanggung beban paling berat akibat pesatnya perkembangan media televisi dan media berbasis internet. Proporsi iklan radio secara nasional pun merosot cukup drastis. Kondisi demikian membuat para pemilik dan pebisnis harus kreatif mencari bagaimana cara membangkitkan radio, baik secara bisnis maupun sosial. Bagaimanapun juga, peran sosial radio sebagai the theater of mind tidak akan pernah tergantikan oleh media lain. Media radio masih tetap menjadi sarana komunikasi dan informasi yang sangat dibutuhkan masyarakat.
“…Radio is not limited by its technology. It is limited by a lack of vision and courage…” (Roy H Williams, RadioInk, 2012)
Kata kunci: teater pikiran, belanja iklan, nilai lokal, radio, media digital