Prisma

Melestarikan Lingkungan Hidup

MT Zen (Editor). Menuju Kelestarian Lingkungan Hidup. Jakarta: PT Gramedia, 1979, 244 halaman.

Masalah lingkungan hidup sebenarnya tidak terlalu rumit. Yakni, bagaimana lingkungan tetap lestari dengan adanya campurtangan manusia untuk memanfaatkan sumber-sumber alam. Namun demikian akhir-akhir ini masalah ini cukup hangat dibicarakan orang. Menteri Emil Salim hampir dalam setiap kesempatan berbicara, selalu meminta masyarakat agar benar-benar memperhatikan masalah lingkungan hidup ini.

Buku yang berupa bunga rampai ini terdiri dari tiga karangan utama, membahas secara mendalam interelasi antara lima masalah pokok tata lingkung: dinamika kependudukan, pengembangan sumberdaya alam dan energi, pertumbuhan ekonomi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan benturan terhadap lingkungan.

Bab I berisikan “Hidup Damai dengan Alam Lingkungan” oleh M. T. Zen. Bab II “Aspek Ekonomi dan Politik Sekitar Masalah Ekologi dan Lingkungan Hidup”, karya Prof. Sumitro Djojohadikusumo. Bab III “Menuju Kelestarian Lingkungan Hidup” oleh Edward Goldsmith Cs.

Menurut M.T. Zen dunia saat ini dihadapkan kepada suatu rentetan masalah dan isyu-isyu yang paling rumit dan pelik. Jika diselidiki ternyata masalah dan isyu itu bersumber dari kelima masalah pokok di atas, yang “saling kait-mengait”. Dalam menghadapi masalah ini terdapat dua pendapat yang bertentangan. Di satu pihak menganjurkan laju pertumbuhan secara terus-menerus dengan cara mengerahkan segala ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedang di pihak lain—para ahli tata lingkung (ahli biologi dan ilmu-ilmu sosial)—justeru menentang keras pertumbuhan. Untunglah berkat adanya pertukaran pikiran “manusia kini mulai melihat interelasi kelima masalah tersebut dan mencoba memecahkannya melalui suatu sudut pandang bersistem. Dan selanjutnya mengakui kenyataan, bahwa masing-masing kelompok tidak dapat memecahkan masalah tadi secara terpisah; melainkan harus melalui usaha bersama, dengan keterlibatan politik (komitmen politik) bersama pula” (hal. 2-3). Adanya masalah tata lingkung ini bukan sekedar akibat industri negara maju saja. “Sebenarnya masalah tata lingkung di negara berkembang sebagai akibat kemiskinan tampak dengan nyata, malahan lebih nyata dari di negara-negara maju” (hal. 4).

Dinamika kependudukan

Dari pertumbuhannya yang cepat, diperkirakan dalam tahun 2000 nanti penduduk dunia akan menjadi lebih dari 6 milyar. Masalahnya adalah, dengan penduduk 4 milyar saja—seperti sekarang ini—sudah dirasakan sebagai tekanan yang sangat berat, apalagi jika diterjemahkan ke dalam kebutuhan hidup yang layak, apabila angka 6 milyar telah dilampaui di tahun 2000 nanti. Jumlah tersebut sangat terasa pengaruhnya terhadap kebutuhan akan bahan pangan dan tanah pertanian. Bagi Indonesia, kendatipun ada usaha keluarga berencana, tapi belum dapat dipastikan apakah kegawatan masalah penduduk dapat diatasi. Mengingat masalah kependudukan tidak dapat hanya diatasi dengan keluarga berencana saja, karena menyangkut masalah kesempatan kerja, kesempatan pendidikan, kesehatan, gizi serta tempat pemukiman (hal. 10).

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan