Pandangan konvensional menyebut abad ke-17 dan ke-18 sebagai periode “kegelapan.” Namun, Jaringan Ulama justru menjelaskan bahwa dua abad tersebut merupakan periode paling krusial dalam sejarah perkembangan sosialintelektual Islam. Ditinjau dari filsafat sejarah Hegel: sejarah adalah proses transformasi dari Roh Subjektif ke Roh Objektif. Lantas apa maknanya dalam konteks sifat dan karakteristik jaringan ulama? Apa kontribusi Hegel dalam menjelaskan dampak jaringan ulama terhadap perjalanan pemikiran Islam di Nusantara? Yang juga tidak kalah penting apa kelemahan pemikiran Hegel apabila berhadapan dengan tantangan pascamodernisme?
Kata Kunci: Islam, Filsafat Sejarah, Dialektika, Jaringan, Pascamodernisme