Prisma

Membaca Sejarah Tragedi Papua Catatan untuk Drooglever

Judul: Tindakan Pilihan Bebas! Orang Papua dan Penentuan Nasib Sendiri

Penulis: Pieter J Drooglever

Penerjemah: Jan Riberu

Penerbit: Kanisius, Yogyakarta, 2010

Tebal: 867 halaman; ISBN 978-979-21-2280-0

Cerita Papua adalah sebuah tragedi. Belum babanyak orang luar Papua mengetahui hal itu. Buku ini memang bukan yang pertama, namun Drooglever menyampaikan cerita itu dengan rinci. Karya ilmiah setebal 800 halaman lebih berisi 14 bab ini semula diterbitkan dalam bahasa Belanda dengan judul Een Daad van Vrije Keuze: De Papoea’s vam Westelijk Niew-Guinea en de Grenzen van het zelbeschikkingsrecht. Banyak pemimpinpemimpin perjuangan Papua Merdeka menghadiri peluncuran pertama buku itu dalam seminar bertajuk “Act of Free Choice” di Den Haag pada 15 November 2005. Buku tersebut kemudian diterjemahkan ke bahasa Inggris dan terbit pada 2009 dengan judul An Act of Free Choice: Decolonization and the Right to Self-Determination in Papua.

Bab awal buku ini dibuka dengan cerita tentang munculnya elite Papua modern sebelum Perang Dunia II. Mereka hidup di pesisir pantai pulau besar yang hampir belum disentuh kehidupan modern. Walaupun jumlahnya kecil, keberanian mereka sangat luar biasa. Pada 1947, salah seorang petinggi Belanda yang bertugas di Nederlands Nieuw Guinea, JPK van Eechoud mencatat, “tampaknya kaum muda di kalangan orang Papua hampir di setiap wilayah Nieuw Guinea telah sadar politik, walaupun pada derajat berbeda-beda. Lebih luar biasa lagi, hal ini diutarakan semua pihak dalam bentuk harapan untuk dimintakan pendapat dalam segala hal dan keputusan mengenai Nieuw Guinea serta keterkaitan wilayah ini dengan Indonesia (hal. 93).”

20113002_07(125-130) = Gerry van Klinken – Membaca Sejarah Tragedi Papua Catatan untuk Drooglever

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan