Prisma

Membudayakan Fungsi Pengawasan dalam Manajemen Pembangunan Melalui Pengawasan Melekat

Sikap untuk menerima pengawasan sebagai sesuatu yang esensial untuk menjaga agar kegiatan-kegiatan yang dijalankan tidak menyimpang dari rencana organisasi yang telah ditetapkan, tampaknya belum tercipta. Yang dibutuhkan adalah pembudayaan, masalah menciptakan iklim, yakni menghilangkan iklim kendala serta menumbuhkan iklim yang kondusif.

SEANDAINYA pembangunan nasional dapat dianalogikan sebagai sebuah pesawat terbang yang akan melakukan lepas landas, maka pemerintah agaknya dapat dilihat sebagai pilot yang bertanggung jawab membawa pesawat tersebut meninggalkan landasan secara mulus, tanpa menimbulkan goncangan-goncangan berarti yang dapat dirasakan penumpangnya. Pengandaian ini dilakukan untuk mewakili kenyataan bahwa pada umumnya negara berkembang, pembangunan nasional sangat didominasi oleh pemerintah. Dengan demikian, kegagalan pendayagunaan aparatur pemerintah dapat membawa implikasi terburuk dalam bentuk kegagalan pembangunan itu sendiri.

Meskipun peran swasta dan masyarakat semakin digalakkan, namun dalam kurun waktu sampai lepas landas dominasi pemerintah rasanya akan tetap menonjol. Ini mengundang kita untuk bersikap waspada, mengingat birokrasi pemerintah pada dasarnya dihinggapi oleh kelemahan-kelemahan tertentu. Suatu studi perbandingan tentang manajemen pemerintah yang dilakukan Tomiko Kato di Jepang misalnya, menunjukkan adanya sejumlah ciri yang secara sendirinya akan menjadikan manajemen pemerintah berfungsi kurang efisien dibandingkan perusahaan swasta, yakni:1


1 T. Kato, “A. Studi Komparatif Organisasi Publik dan Swasta,” Tinjauan Pemerintah Daerah di Jepang, 1981.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan