Sebenarnya ada segi positif dalam diri setiap remaja, yaitu keinginan memiliki filsafat pribadi berupa seperangkat paham yang diyakini berdasarkan pemahaman dan pengalaman. Filsafat ini akan terasa makin mendesak apabila remaja menghadapi situasi hidup yang menantang dan menuntut sikap daripadanya. Dan krisis yang dihadapi sering mendorong mereka mencari pegangan. Menurut J. Riberu, untuk remaja seperti inilah – yakni remaja yang kebingungan – agama dapat menjadi tulang punggung kemandirian yang sangat diandalkan. Cuma masalahnya, bagaimana pemimpin keagamaan mampu menyajikan paham dan nilai agama yang berbobot dengan gaya remaja.