Dalam pidato melepas mendiang P.K. Ojong, 4 Juni 1980 di Jakarta, Jakob Oetama, rekannya, menyatakan bahwa visi sosial perintis penerbit Kompas-Gramedia itu dibentuk dalam pemahamannya tentang sosialisme Fabian di Inggeris. Sebetulnya, diperlukan penelitian lebih lanjut, sejauh mana Ojong menganut sosialisme Fabian tersebut. Hanya saja, bagi mereka yang lebih dekat, sosialisme Fabian itu mungkin terasa dalam semangat hidup, kepemimpinan, dan visi kemasyarakatan Ojong. Yang melandasi keberhasilan hidup Ojong, adalah usahanya yang konsisten mengidentifikasikan dirinya sebagai bagian integral dari kaum pekerja.




