Ketika Amerika baru mulai membenahi diri dari bekas-bekas krisis energi 1973, orang dikagetkan oleh berita-berita di suratkabar tentang kemelut keuangan kota New York. Tertarik pada masalahnya saya mencari-cari informasi yang berhubungan dengan itu. Ternyata bencana yang menimpa New York adalah contoh buat suatu sistem pembiayaan kota yang tidak didukung program pemasukan uang yang realistis. Dia juga contoh dari pembangunan kota yang dibiayai sumber-sumber pinjaman publik melalui surat-surat berharga.
Selama ini, New York dan warganya hidup dengan kebanggaan reputasi pelayanan sosial yang tidak ada duanya di Amerika Serikat. Untuk anggaran kesejahteraan dan kesehatan masyarakat saja misalnya, New York menghabiskan 1,5 milyar dollar. Sedangkan pengeluaran per kepala pemerintah kota New York mencapai 1.461 dollar pada tahun 1973. New York melakukan apa yang tidak dilakukan kota-kota lain. Semuanya memang bangga apalagi para “New Yorker“. Sampai akhirnya diketahui bahwa kebanggaan mereka adalah semu. Kota New York selama itu hidup dari hutang-hutang. Melalui tiga pemerintahan walikota berturut-turut—Wagner, Lindsay dan Beame—New York telah salah menjalankan sistem administrasi keuangan yang berorientasi pada hutang. Kota New York memaksakan dirinya hidup senang dengan cara meminjam dari hari esok. Pemerintah Federal tidak mau disalahkan dan menuduh para administrator New York yang tidak karena. Ketika Presiden Ford berkunjung ke Yugoslavia, kepada walikota Belgrade dikatakannya, “Mereka (pemerintah kota New York) tidak tahu cara menggunakan uang. Yang mereka tahu hanya bagaimana membelanjakannya.”
Ford tidak begitu saja mendapat dukungan. Seorang kolumnis terkemuka menyalahkan Ford dan stafnya karena hanya pandai melihat apa yang ada di buku dan tidak pada kenyataan. “New York adalah pentas kemiskinan Amerika yang makin miskin“, tulisnya. Dalam tahun 1970, 56% penduduk New York hidup di bawah tingkat standar hidup yang layak, dan 14,6% hidup di bawah tingkat kemiskinan. Kemudian dari jumlah 3,5 juta angkatan kerja di New York, sebanyak 605 ribu daripadanya berdiam di daerah-daerah di luar kota itu. Ini berarti mereka berbelanja dan membayar pajak bukan untuk kota New York. Belum lagi disintegrasi sosial dan ketakutan-ketakutan hidup di beberapa bagian kota. Karenanya pemerintah pusat harus ikut bertanggungjawab memberikan bantuan. Kalau perlu tanpa uang sesenpun. Cukup dengan menjamin semua obligasi yang dikeluarkan pemerintah kota seperti halnya FDIC (Federal Deposit Insurance Corporation) menjamin penyimpanan uang di Bank.