Keterlibatan angkatan bersenjata dalam perpolitikan di beberapa negara adalah akibat dari terpecah-belahnya masyarakat (fragmented society) berdasarkan kelompok atau golongan yang tidak saling memercayai dan gagal menemukan kesepakatan bersama dalam mengelola negara. Hal demikian terjadi di Mesir, Thailand, dan Indonesia. Kelompok-kelompok masyarakat terpaksa “mengundang” angkatan bersenjata bila muncul krisis politik dan konflik di antara mereka, dan hal itu justru memberi kesempatan luas kepada militer untuk berperan dominan di atas panggung politik.
Kata kunci: demokratisasi, masyarakat sipil, militer, monarki, otoriter