Prisma

Menuju Kebijaksanaan Kredit Pertanian yang Lebih Selektif*

Titik Tolak Pemikiran

Kebijaksanaan perkreditan yang dikaitkan dengan program BIMAS dan telah dilaksanakan sejak 1965 telah membawa perubahan-perubahan dalam bidang produksi, pendapatan, maupun keuangan serta pada sektor pertanian rakyat kita. Sebagian besar petani-petani kita telah tidak asing lagi dengan cara-cara pengusahaan usahatani yang lebih maju. Sebagian besar daripada mereka sudah barang tentu telah mampu untuk mengusahakan usaha taninya dengan melaksanakan cara-cara tersebut tanpa memerlukan banyak bimbingan dari Dinas Pertanian Rakyat. Dari segi penghasilan, paling tidak golongan petani pemilik tanah, telah dapat menikmati hasil-hasil kenaikan produktivitas tanahnya. Bagi golongan ini, kenaikan penghasilan mungkin telah dapat memungkinkan mereka untuk membiayai usahatani mereka tanpa banyak bantuan pembiayaan dari fihak lain. Terhadap mereka, mungkin telah tiba waktunya untuk diperlakukan suatu kebijaksanaan perkreditan yang baru.

Salah satu tujuan dari studi ini adalah untuk mengadakan suatu perkiraan terhadap efek daripada beberapa perubahan yang sengaja diadakan pada paket kredit BIMAS yang sekarang berlaku, untuk kemudian ditarik beberapa kemungkinan implikasi yang relevan bagi penggarisan kebijaksanaan perkreditan selanjutnya. Perubahan-perubahan yang diadakan terhadap paket kredit BIMAS termaksud meliputi: a. peniadaan kredit BIMAS sama sekali; suatu keadaan yang menyerupai program INMAS, b. peningkatan tingkat bunga dari 1% menjadi 2% tiap bulan dengan disertai kenaikan komponen biaya hidup (kas) dari Rp 3.500,- menjadi Rp 10.000,-, dan c. merubah BIMAS kredit menjadi suatu program kredit yang serba guna (multi purpose), tersedia setiap waktu untuk jumlah maksimum Rp 15.000,- tiap hektar semuanya dibayarkan dalam bentuk tunai, dengan bunga 2% tiap bulan dan dengan jangka waktu 1 tahun.


* Pendapat dan kesimpulan dalam tulisan ini adalah bersifat pribadi dari penulis, dan tidak merupakan pendapat dan kesimpulan Direktorat Jenderal Pertanian Tanaman Pangan.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan