Prisma

MERANTAU Dan Pengaruhnja Terhadap PEMBANGUNAN DAERAH

Situasi paradoksal jang selama ini kita hadapi di Indonesia ialah bahwa di-daerah2 jang seharusnja rakjatnja banjak merantau, atau berpindah ketempat lain, mereka enggan pergi merantau. Sebaliknja didaerah-daerah dimana rakjatnja tidak seharusnja pergi merantau, djustru dari daerah2 itu jang rakjatnja banjak pergi merantau. Sehingga apa jang kita saksikan ialah bahwa di-daerah2 perantau rakjatnja relatif makin berkurang, sedang di-daerah2 jang rakjatnja tidak perantau rakjatnja relatif makin bertambah padat. Gambaran ini makin njata djika Indonesia ini gampangnja dibelah sadja djadi dua, jaitu menurut belahan geo-poleksos tradisionil jang selama ini umum berlaku. Belahan pertama jaitu Djawa, termasuk Sunda, Djawa dan Maduranja; sedang belahan kedua adalah daerah2 luar Djawa pada umumnja.

Daerah2 Djawa tanpa terketjualinja, malah djuga termasuk Bali dalam tjontoh jang lebih ekstrim lagi, adalah daerah2 jang rakjatnja paling enggan meninggalkan kampung halamannja. Biar tidak ada lagi jang akan dimakan sekalipun, mereka akan tetap bertahan ditanah tumpah darah mereka sendiri, asal mereka tetap dapat berkumpul sesama keluarga; sehingga peribahasa Djawa: “Mangan ora mangan asal kumpul“, benar2 mereka taati dalam artian jang sebenarnja.

Hambatan mental jang sudah begitu melekat inilah antara lain jang telah menjebabkan rentjana2 dan program2 pemerintah dalam bidang transmigrasi telah banjak tergendala, sehingga tudjuan semula bahwa transmigrasi bermaksud untuk mengurangi kepadatan penduduk di Djawa telah gagal sama sekali. Sebagai ilustrasi, djumlah rakjat Djawa jang telah ditransmigrasikan keluar Djawa dari tahun 1938 sampai tahun 1965 berdjumlah kurang dari setengah djuta (383.850), sedang sementara itu penduduk Djawa telah bertambah dari 48 djuta mendjadi 69 djuta, jaitu pertambahan sebanjak 21 djuta, jang djuga berarti 55 kali sebanjak jang dipindahkan.1


1 Lihat, N. Iskandar: Proyeksi Penduduk Indonesia, dari tahun 1961 hingga 20001. Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi U.I., 1970, hlm. 29.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan