I
Perjuangan massa petani (rural atau peasant protest) merupakan suatu gejala yang telah lama menarik perhatian para peneliti. Ahli-ahli ilmu sosial, politik, dan agama telah banyak mencoba mengungkap seluk-beluk perjuangan petani itu, dan banyak juga hasil yang telah mereka capai. Yang dimaksud dengan massa petani di sini ialah mereka yang merupakan bagian terbesar dari penduduk suatu negara agraris, yang pada umumnya tidak bertempat tinggal di kota, dan yang pada umumnya tidak memegang pemerintahan. Mereka ini merupakan penduduk desa, petani, yang orientasi kehidupannya sehari-hari lebih terbatas kepada kesederhanaan dalam arti yang seluas-luasnya. Namun, karena jumlah mereka yang begitu besar, bahkan merupakan mayoritas, mereka ini memiliki potensi tersendiri. Pendayagunaan potensi mereka inilah, antara lain, yang telah memungkinkan mereka untuk berjuang dan berkembang, atau untuk dipergunakan dan diambil keuntungannya oleh fihak lain. Dari sini kemudian dikenal sebutan perjuangan massa petani atau penindasan/penggunaan massa petani.
Banyak hal yang bisa memberikan motivasi bagi munculnya perjuangan massa petani. Keadaan politik, ekonomi, dan sosial selalu memberikan warna-warna yang cukup menentukan di dalam setiap perjuangan mereka. Lebih dari itu, agama yang pada umumnya dianggap lebih sebagai soal spirituil, ternyata juga latent di dalam perjuangan-perjuangan yang pernah ada. Di sini mesianisme sebagai suatu pandangan hidup mendapat tempat tersendiri yang tidak kurang menentukan. Maka dapat dimengerti bahwa tidak sedikit gerakan atau perjuangan massa petani yang bertitik tolak dan bertitik akhir pada mesianisme.
Hal terakhir ini akan dicoba dilihat dari sisi kekristenan, dengan harapan kiranya ada suatu terang baru yang dapat menjelaskan munculnya perjuangan massa peta-ni, khususnya yang dilakukan oleh mereka yang merupakan orang-orang Kristen, seperti misalnya di Amerika Latin, Filipina dan sebagainya.