Artikel ini menganalisis interaksi kompleks antara kekuatan militer dan ruang sipil selama periode krisis demokrasi. Argumen utama yang diajukan adalah bahwa peningkatan keterlibatan militer dalam ranah sipil, yang sering kali meluas di tengah instabilitas politik, berpotensi menimbulkan dampak negatif yang signifikan. Perluasan peran militer ini secara fundamental dapat mengikis fondasi ruang sipil, melemahkan institusi demokrasi, dan menghambat konsolidasi demokrasi jangka panjang.
Kata Kunci: krisis demokrasi, militer, peran politik, ruang sipil