Prisma

Mobilisasi Dana Kesehatan

Pertambahan penduduk, perubahan pola penyakit, meningkatnya demand masyarakat serta inflasi biaya kesehatan, menyebabkan sektor kesehatan di Indonesia kekurangan dana cukup serius. Mengatasinya, perlu memobilisir dana dari berbagai sumber, harapan nampaknya pada sistem asuransi kesehatan, yang di Indonesia dikenal sebagai konsep Dana Upaya Kesehatan Masyarakat (DUKM).

SEJAK krisis ekonomi pada awal 1980-an, banyak negara, terutama negara berkembang, mengalami kesulitan dalam membiayai pembangunan kesehatannya. Ini juga dialami oleh Indonesia. Dengan penduduk berjumlah 180 juta yang setiap tahun tumbuh dengan laju 2%, maka alokasi anggaran pemerintah untuk kesehatan terasa makin sangat terbatas. Antara 1982/83 sampai 1986/87 misalnya, anggaran pemerintah untuk kesehatan rata-rata hanya sebesar Rp.3.750/kapita/tahun. Masyarakat juga mengeluarkan biaya kesehatan, yang jumlahnya lebih besar dari pengeluaran Pemerintah, yaitu rata-rata Rp. 5.925/kapita/tahun. Dengan demikian pengeluaran kesehatan selama kurun waktu tersebut adalah sekitar Rp. 10.000/kapita/tahun. Jumlah ini jauh dari mencukupi kalau dibandingkan dengan masalah kesehatan yang dihadapi. Sebagai perbandingan, angka tersebut untuk Philipina adalah Rp. 19.650 (1982).

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan