Prisma

Murba di Tengah PersainganTan Malaka dalam Revolusi Kemerdekaan 1945-1949

Di samping Soekarno-Hatta, dalam revolusi kemerdekaan muncul pula pemimpin-pemimpin lainnya yang memberi fokus perjuangan pada ideologi agama maupun ideologi Marxis (sosialis dan komunis). Mereka memobilisir massa dan pada saat yang sama menimbulkan konflik karena persaingan di antara sesama mereka, khususnya di antara yang menganut ideologi Marxis. Tan Malaka, seorang di antara pemimpinnya, dibicarakan peranannya oleh Manuel Kaisiepo. Ia mempunyai visi sendiri tentang revolusi dan berdasarkan visi itu ia berjuang walaupun akhirnya kalah. Lebih dari itu, ia ternyata lebih nasionalis daripada seorang komunis.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan