Perbenturan dinamik dan dialektis antara unsur subyektif dan obyektif dalam diri suatu bangsa, digunakan Farchan Bulkin sebagai bahan analisa, penilaian dan renungan atas perjalanan empatpuluh tahun Republik Indonesia. Dimensi subyektif ditelusurinya melalui penjabaran paham kebangsaan, yang dari masa ke masa melewati berbagai perubahan sosial, politik dan ekonomi. Sementara itu dimensi obyektif dibahas melalui kerangka analisa negara, masyarakat dan ekonomi. Disimpulkannya, pengisian dan pembentukan substansi kemerdekaan bukanlah sesuatu yang dengan sendirinya muncul dari adanya hak untuk merdeka, tetapi ia merupakan pertempuran yang rumit antara dimensi subyektif dan obyektif kesejarahan suatu bangsa.