Bergesernya struktur ekspor-impor dalam empat tahun belakangan ini menekan posisi nilai tukar perdagangan Indonesia. Sektor jasa dalam neraca pembayaran luar negeri selalu defisit. Upaya mengatasi defisit itu melalui arus modal, terbentur pada masalah DSR. Diperlukan kebijaksanaan moneter yang akurat.
NERACA Pembayaran dalam Pelita IV diperkirakan berlangsung dalam suasana cukup optimis. Laju perkembangan ekspor yang cukup tinggi diharapkan dapat menjadi pendukung utama bagi tercapainya laju pertumbuhan ekonomi sebesar 5% per tahun.$^1$Namun, harapan ini memudar setelah pada medio Pelita IV ini perkembangan harga minyak bumi dan beberapa komoditi primer penting lainnya menyimpang jauh di bawah target yang diinginkan. Untuk menyelamatkan neraca transaksi berjalan dari defisit sebesar US$ 6,029 milyar (perkiraan) dan mencegah penyusutan cadangan devisa sebesar US$ 1,533 milyar pada 1986/87, maka pemerintah menempuh kebijaksanaan devaluasi (12 September 1986). Masalah penyesuaian neraca pembayaran senanmerupakan topik penting dalam perkembangan ekonomi Indonesia.
* Terima kasih kami sampaikan kepada Dr. Sjahrir, Anggito Abimanyu dan Hendi Kariawan atas kerjasamanya.