Prisma

Nilai Budaya dan Peran Organisasi Sosial di Sektor Pertanian

Pembangunan pertanian, terutama melalui Revolusi Hijau, tidak dapat diingkari memang telah menghasilkan perubahan-perubahan yang mengagumkan di tingkat pedesaan. Proses perubahan tersebut pada gilirannya akan bersentuhan dengan nilai-nilai budaya dan organisasi sosial masyarakat setempat. Dan sudah bisa diduga, ini akan memunculkan persoalan-persoalan baru yang bisa positif, dan juga negatif bagi masyarakat dan pembangunan pertanian itu sendiri.

Selama empat Pelita yang silam, kebijakan pembangunan pertanian di Indonesia boleh dikatakan telah meraih sukses besar, khususnya dalam meningkatkan produksi beras sehingga mencapai swasembada di tahun 1984. Target pemerintah selanjutnya adalah mempertahankan swasembada beras untuk kemudian menciptakan sektor pertanian yang tangguh sebagai penopang sektor industri yang kuat. Sementara itu, nilai-nilai budaya pun kian berubah. Begitu juga mungkin pada organisasi-organisasi sosial yang, secara langsung maupun tak langsung, berkaitan dengan sektor pertanian. Pergeseran-pergeseran nilai ini mungkin luput dari perhatian, tenggelam di antara berita sukses lompatan kuantitatif (quantum-jump) dari hasil-hasil sektor pertanian.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan