Prisma

Nilai Ekonomi Air Irigasi terhadap Petani Udara Pemakai

Air irigasi yang merupakan sarana penting dalam usaha peningkatan produksi pertanian, bukanlah merupakan pemberian alam yang cuma-cuma. Tidak sedikit usaha maupun permodalan yang harus ditanamkan sebelum air mengucur ke petak sawah petani.

Investasi yang ditanam dalam proyek irigasi, ditinjau dari segi ekonomi, haruslah dengan segera dapat memberikan keuntungan langsung secara proporsional dengan nilainya. Di lain hal pengembangan irigasi tidak selamanya dimaksudkan oleh pemerintah sebagai sarana untuk mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin, namun lebih dimaksudkan untuk menciptakan suatu suasana usahatani yang bersifat membantu petani miskin, memeratakan pendapatan, meningkatkan taraf hidup dan lain-lain, sehingga tidak jarang proyek irigasi tetap dibangun, meskipun biayanya sangat mahal. Dengan demikian nilai air per satuan unit akan mahal pula jadinya.

Sampai di mana nilai ekonomi usaha penyediaan air tersebut mampu dibayar oleh petani? Berapa jumlahnya, dan bagaimana dasar pertimbangannya? Atau apakah penyediaan air secara cuma-cuma akan tetap dipertahankan? Uraian berikut ini kami sajikan untuk sekedar memberikan gambaran dalam usaha menjawab pertanyaan tersebut.

Umum

Pada umumnya, pertimbangan dalam usaha penyediaan air bagi petani kecil adalah sangat sulit untuk didasarkan melulu kepada pertimbangan ekonomi yang murni (justifikasi ekonomi yang sehat). Pertimbangan keuntungan terhadap negara di tingkat nasional, biasanya didasarkan kepada hasil berantai, yakni berupa peningkatan taraf hidup yang lumayan dan merata, peningkatan kegiatan ekonomi, penyediaan lapangan kerja yang lebih luas dan merata, pemerataan distribusi kependudukan, peningkatan hasil produksi pertanian dan lain-lain.

Hal tersebut diharapkan akan mengurangi nilai valuta asing untuk mengimpor bahan makanan, sehingga dapat dimanfaatkan di sektor lain.

Lainnya berupa pengembalian kepada negara secara tidak langsung yakni peningkatan pajak pendapatan petani maupun bukan petani yang berdomisili di daerah yang memanfaatkan air irigasi tersebut.

Disadari atau tidak, nilai air irigasi adalah sangat mahal. Dan untuk pengembalian nilai usaha penyediaan air yang berupa recovery cost, nampaknya saat ini masih jauh dari jangkauan penghasilan petani, di samping itu, agaknya kurang bijaksana untuk beranggapan bahwa petanilah yang melulu harus memikul biaya tersebut, padahal manfaat tersedianya air membawa akibat yang berantai kepada lingkungannya, bukan hanya kepada petani. Penyediaan air secara cuma-cuma, juga bukanlah suatu hal yang dikehendaki, malahan akan menghalangi akselerasi peningkatan ekonomi kita secara menyeluruh.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan