Artikel ini membahas Nusantaranomics sebagai model empiris ekonomi konstitusi untuk mentransformasikan struktur ekonomi kolonial menuju struktur ekonomi nasional di Indonesia. Tulisan ini berangkat dari kritik terhadap praktik pembangunan yang selama ini mengadopsi paradigma neoliberalisme yang berorientasi pada pertumbuhan, tetapi sering mengabaikan pemerataan, keadilan sosial, dan keberlanjutan. Akibatnya, pembangunan menghasilkan ketimpangan ekonomi, dominasi oligarki, serta ketergantungan pada ekspor bahan mentah. Melalui pendekatan historis-empiris dan kajian terhadap berbagai praktik ekonomi lokal di sejumlah daerah, artikel ini menunjukkan adanya kekuatan endogen berupa nilai budaya, agama publik, serta kearifan lokal yang menopang ketahanan dan dinamika ekonomi masyarakat. Kekuatan tersebut dirumuskan sebagai Nusantaranomics, yakni agregasi ekonomi lokal yang mencerminkan praktik ekonomi berbasis nilai-nilai Pancasila dan prinsip ekonomi konstitusi. Model itu menekankan sinergi antara peran negara, mekanisme pasar, dan kekuatan masyarakat lokal guna mewujudkan pembangunan yang mandiri, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Kata Kunci: ekonomi konstitusi, ekonomi lokal, Pancasila, pembangunan heterodoks, Nusantaranomics, transformasi ekonomi