Pendahuluan
Sudah sejak saat proklamasi kemerdekaan para pemimpin kita telah memberikan perhatian kepada olahraga di sekolah. Hanya saat itu istilah yang digunakan adalah gerak badan. Perkembangan olahraga di sekolah selanjutnya mendapat pengaruh penulis-penulis Belanda, Austria dan Amerika Serikat, dan kalangan pendidik menggunakan istilah pendidikan jasmani.
Sewaktu olahraga dinyatakan sebagai sarana penting dalam pembangunan bangsa dan dibangunnya Departemen Olahraga dalam struktur pemerintah, istilah yang digunakan adalah olahraga. Jadi sejak itu olahraga dinyatakan bukan terjemahan dari kata sport, dan dengan demikian menghapus kontradiksi/perbedaan antara pendidikan jasmani dan olahraga, yang semula dianggap sebagai terjemahan dari pendidikan jasmani dan olahraga. Istilah olahraga sampai saat ini tetap dipertahankan, karena merupakan kata asli Indonesia dan berisi pengertian yang mencakup kesatuan jiwa-raga: manusia sebagai satu totalitas. Dengan demikian kata tersebut ditulis sebagai satu kata: olahraga. Perkembangan selanjutnya dari kegiatan olahraga di sekolah mengalami kemunduran, atau setidak-tidaknya satu keberhentian karena pengelolaan olahraga tidak lagi oleh satu departemen khusus, melainkan ditarik ke bawah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Dari status departemen menyempit menjadi direktorat jenderal, bahkan beberapa tahun kemudian dipojokkan menjadi direktorat saja.
Pada masa itu olahraga yang dilaksanakan di sekolah diberi nama: olahraga pendidikan, yaitu olahraga yang digunakan atau dimanfaatkan untuk mendidik, olahraga yang diterapkan sesuai dengan tujuan-tujuan pendidikan. Jadi olahraga bukanlah menjadi tujuan, melainkan berfungsi sebagai sarana. Di samping olahraga pendidikan dikenal pula olahraga prestasi, olahraga rekreasi, olahraga rehabilitasi, dan sebagainya.
Seperti telah dinyatakan di atas, sekarang ini hanya ada satu direktorat saja, yaitu Direktorat Keolahragaan, sebagai bagian dari Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah dan Olahraga. Juga tidak ada direktorat yang khusus mengelola olahraga di sekolah dalam struktur Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.
Beberapa waktu yang lalu di suratkabar dapat dibaca bahwa dalam Garis-garis Besar Haluan Negara terdapat diktum mengenai olahraga sebagai berikut:
Pendidikan dan kegiatan olahraga ditingkatkan dan disebarluaskan sebagai cara pembinaan kesehatan jasmani dan rohani bagi setiap orang dalam rangka pembinaan bangsa.
Kesehatan jasmani dan rohani disebut sekaligus dalam satu nafas, yang berarti mengakui kesatuan jiwa-raga manusia. Juga disebut peningkatan baik dalam pendidikan olahraga maupun dalam kegiatan olahraga. Karena itu olahraga menjadi lebih berbobot dan penting, maka masa mendatang ini kami sebut: masa pendidikan keolahragaaan, dan menempatkan olahraga sebagai tujuan untuk dicapai oleh pendidikan di sekolah.