Jepang mengembangkan sistem manajemen yang persis terbalik dibandingkan dengan jenis manajemen yang diperkembangkan di Barat. Bilamana di Barat berlaku manajemen yang berdasarkan sistem individualistis, maka menurut Mayling Oey di Jepang di-perkembangkan suatu sistem manajemen yang sifatnya lebih kolek-tivistis. Manajemen yang demikian lebih memungkinkan berkem-bangnya suatu perkembangan pribadi yang tidak sekedar menjadi roda gigi dalam pabrik. Di lain pihak konsep bahwa seorang di-pekerjakan seumur hidup agak menghalang penambahan tenaga baru yang berasal dari luar, meskipun sangat meningkatkan identifi-kasi diri dengan tempat kerja.