Siswa sekolah kejuruan tampaknya lebih optimistik dibandingkan dengan siswa sekolah umum, dan siswa sekolah umum lebih realistis dalam melihat masa untuk bekerja. Mereka merasakan kurangnya bekal yang mereka peroleh di sekolah. SMA belum apa-apa dan tak menjanjikan apa-apa, apalagi kalau ingin mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan minat. Sartono Mukadis, yang menulis berdasarkan hasil wawancara dengan para siswa SMTA, menyimpulkan, ini adalah kesadaran kalangan siswa SMTA yang melegakan, tapi sekaligus mencerminkan bayangan kecemasan yang jauh lebih dalam dari apa yang dapat kita raba di permukaan.