Pandangan sosial politik remaja berkisar antara keperdulian dan ketidakperdulian. Sarlito W. Sarwono menulis, tidak dapat diingkari bahwa situasi dan kondisi sosial-politik yang kongkrit bisa menghambat tumbuhnya keperdulian kaum remaja. Tapi kenyataan juga menunjukkan bahwa di tengah-tengah keadaan yang demikian, cukup banyak remaja yang ambil perduli, bahkan berperanserta dalam berbagai kegiatan sosial-politik. Kita kini memerlukan iklim yang sehat, yang memungkinkan berkembangnya dinamika, kreativitas dan semangat kepeloporan generasi muda.