Prisma

Paradoks Pemindahan Teknologi*

Dalam pengertian yang paling luas, teknologi dapat dirumuskan sebagai penerapan sistematis dari akal-budi kolektif manusia guna mencapai penguasaan yang lebih besar atas alam dan atas semua proses manusiawi dalam berbagai macamnya. Proses manusiawi mencakup semua hal yang bisa diurus dan dikuasai manusia. Sementara itu pemindahan teknologi sebagaimana dirumuskan oleh ahli ekonomi Charles Cooper adalah “pemindahan atau pertukaran unsur-unsur technical know-how dari negara maju ke negara berkembang yang biasanya dibutuhkan dalam mendirikan dan menjalankan berbagai fasilitas produksi baru dan yang biasanya sangat langka atau sama sekali tak ada di negeri-negeri yang ekonominya sedang berkembang. Di sini kita juga harus menyertakan pengetahuan yang dibutuhkan untuk melaksanakan penelitian fisibilitas dan pemasaran, untuk memilih teknologi, dan untuk mewujudkan rancangan teknik atau pembangunan pabrik (plant), dan juga pengetahuan yang terwujud di dalam proses produksi itu sendiri.

Bila kita berbicara mengenai teknologi dalam hubungannya dengan pembangunan, kita harus membuat beberapa pembedaan. Memang teknologi tak pernah hadir dalam keadaan vakum: pengetahuan dan keahlian-keahlian tertentu pastilah turut diterapkan atau dijadikan landasan. Dan teknologi beragam seyogyanya ditemukan di dalam serangkaian matris yang beberapa di antaranya tercipta melalui produksi dan selebihnya melalui proses. Tak bisa dibantah bahwa semua teknologi, termasuk kedua kategori yang baru saja dikemukakan, tercipta melalui orang, sebab bermula ia berada pada benak seseorang.


* Artikel ini merupakan terjemahan yang dipersingkat dari “The Paradox of Technology Transfer” dalam Bulletin of the Atomic Scientists, Juni 1975

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan