Dalam bidang perminyakan, tahun 1989 akan merupakan tahun yang sangat sulit. Untuk mengatasi kesulitan-kesulitan dalam hal ekspor, investasi, eksplorasi, dan produksi minyak ini, langkah-langkah yang drastis sekali harus segera ditempuh, mulai dari aspek tekno-ekonomis, hingga institusional-politik. Kalau tidak, upaya pembenahan perminyakan sebagai komponen perekonomian Indonesia, akan sulit dilakukan.
MINYAK dan gas bumi sebagai komoditi internasional berkat ciri dan fungsinya tidak terlepas dari perkembangan pasar migas maupun perubahan global. Bobot migas yang begitu besar dalam perekonomian Indonesia membuatnya menjadi katalisator sebagian besar pengaruh eksternal terhadap minyak dan ekonomi nasional. Pengaruh eksternal yang tercermin dalam perminyakan dan perekonomian Indonesia selama ini telah dijabarkan dalam berbagai tindakan menunjang pembangunan nasional maupun menghadapi keadaan ekonomi yang semakin berat.