Prisma

Pasifikasi Aktivisme

Fenomena politik dekade ini sungguh ditandai oleh aktivitas intensif gerakan-gerakan masyarakat sipil. Protes terhadap kekuasaan otoriter, kartel bisnis, perusak lingkungan, telah menjadi gerakan global yang terhubung melalui media sosial di seluruh dunia. Peristiwa bakar diri seorang pedagang kaki lima di Tunisia sebagai protes terhadap keangkuhan aparat negara, menyulut kemarahan publik di seluruh dunia dan mengawali Arab Spring. Gerakan Occupy Wall Street, sebagai simbol anti-korporasi, menjadi viral politik generasi muda se-dunia. Demikian pula dengan One Billion Rising, suatu gerakan demi menghentikan kekerasan terhadap perempuan, diorganisasi setiap tahun menjadi hari perlawanan global terhadap seluruh sistem patriarki.

Pada waktu yang lalu, kita mengenal protes rutin Amnesty Internasional terhadap pelanggaran hak asasi manusia di negara-negara “Dunia Ketiga.” Juga, sangat diingat keberanian kelompok Greenpeace dalam melindungi bumi. Pada skala protes massal, ada World Social Forum sebagai tandingan terhadap konferensi tahunan Economic Forum yang dianggap forum konsolidasi kartel bisnis dan elite politik tingkat tinggi negara-negara maju. Pendeknya, ada suatu kesadaran etik baru pada generasi masa kini tentang ketidakadilan global akibat monopoli ekonomi dan sentralisasi politik. Etika lingkungan, etika politik, dan etika kepedulian, membentuk paradigma bersama dalam cita-cita baru gerakan sosial global.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan