Irma Adelman dan Cynthia Taft Morris. Pertumbuhan Ekonomi & Kesetaraan Sosial di Negara Berkembang. Stanford, California: Stanford University Press, 1973.
Untuk kesekian kalinya para perencana Dunia Ketiga terbangun oleh perdebatan yang terjadi di antara pemikir, terutama para ekonom, tentang permasalahan pembangunan ekonomi di kawasannya. Pada dasawarsa 1950-an, berlangsunglah perdebatan tentang pemilihan strategi antara balanced dan unbalanced growth, selain tentang primum mobile -penggerak utama- proses pembangunan. Pada dasawarsa 1960-an, kemudian menyusul perdebatan tentang strategi inward dan outward-looking, di samping perdebatan tentang model India lawan model RRC. Dan selama itu, secara kontinyu, berlangsung pula serangan dari para institutionalist dan mereka yang berpaham Marxist, yang dengan caranya masing-masing mengungkapkan kehampaan perdebatan-perdebatan yang cuma berfokus pada variabel, parameter, dan model-model ekonomi itu. Dasawarsa 1970-an ini dibuka oleh perdebatan sengit antara kelompok growth dan kelompok equity, dengan yang terakhir ini menunjukkan tragedi-tragedi yang bermunculan dari usaha yang terlalu berorientasi pada GNP.
Bersamaan dengan ini muncul pula serangan terhadap struktur ekonomi dunia, yang dianggap terlalu memenangkan negara-negara North, dengan korban pihak South. Walhasil, kalau debat-debat ini mau diikuti, barangkali kita semua akan kehabisan waktu buat kerja. Tapi begitulah nasib latecomers -yang duluan, yang lebih pintar karena pengalaman yang sudah dilaluinya, lantas merasa perlu memperingatkan yang baru mau masuk. Buku Adelman dan Morris, yang membahas konflik antara growth dan equity, bukan satu-satunya buku tentang hal ini.1
1 Yang lainnya, yang penting: Hollis B. Chenery, et al., Redistribution with Growth, (Oxford: Oxford University Press, 1974); dan, David Morawetz, Dua Puluh Lima Tahun Pembangunan Ekonomi: 1950 hingga 1975, (Baltimore, Maryland: The Johns Hopkins University Press, 1977). Kedua buku ini disponsori oleh Bank Dunia.