Sampai saat ini upaya pemerintah untuk mengatasi ketidak seimbangan pelayanan publik tampaknya belum berhasil baik. Faktor-faktor ekonomi seperti bias investasi, bias kualitas, bias harga, dan bias birokrasi, menurut Sofian Effendi dalam artikel ini, telah membuat pelayanan publik telah menjadi terlalu mahal bagi golongan miskin. Akibatnya akses pelayanan publik itu lebih bias kepada golongan menengah ke atas yang bermukim di kota, dan subsidi pemerintah untuk pelayanan publik pun lebih menguntungkan golongan mereka, padahal golongan miskinlah yang sepantasnya mendapat pertolongan.
* Artikel ini disiapkan untuk seminar di Pusat Penelitian dan Pengembangan Pedesaan dan Kawasan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, April 1986.