
Barbara Sillars Harvey, Pemberontakan Kahar Muzakkar: Dari Tradisi Ke DI/TII, (Jakarta: Pustaka Utama Grafitipers, cet. I, 1989 (415 hal., termasuk indeks)).
I
PERSOALAN Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) sampai sekarang agaknya masih dilihat sebagai momok bagi banyak kalangan di Indonesia. Hal ini disebabkan bahwa – diakui atau tidak – masalah ini merupakan lembaran hitam sejarah Indonesia sebagai suatu negara. Karena dianggap seperti itulah, maka pembahasan tentang masalah ini seakan-akan ditutupi, atau kalaupun dilakukan terkesan tidak tuntas. Agaknya sedikit sekali ilmuwan Indonesia – jika tidak mau dikatakan tidak ada – yang mau melakukan studi mendalam terhadap DI/TII ini. Justru yang serius malah dilakukan oleh para pakar luar negeri yang tidak berkepentingan, kecuali sebagai pengamat, terhadap perkembangan politik Indonesia.