Prisma

Pembinaan Pegawai Negeri dalam Pembangunan

Pendahuluan

Masalah kepegawaian adalah masalah manusia dan masalah manusia selamanya menjadi masalah yang paling pelik dalam dunia ini, karena luas ruang lingkupnya dan banyak seginya. Hal ini tidak usah mengherankan, karena pada hakekatnya masalah dunia adalah masalah manusia. Tanpa manusia, kiranya tidak akan ada masalah dalam dunia ini atau dengan perkataan lain, andai kata tidak ada manusia maka dunia kita ini kiranya tidak sebaik sekarang dan juga tidak seruwet sekarang. Berhubung dengan itu, kiranya tepatlah pendapat yang menyatakan bahwa walaupun kita sekarang telah berada dalam abad teknologi modern – di mana pekerjaan manusia sudah sangat dipermudah dan bahkan sudah ada yang dapat digantikan oleh mesin – unsur manusia tetap menjadi unsur yang paling utama, paling penting, dan paling menentukan dalam organisasi apapun juga. Rupanya, berdasarkan pendapat di atas, maka di dalam masyarakat tersebar ungkapan yang agaknya tetap mengandung kebenaran. Dalam dunia militer ada ungkapan asing yang berbunyi “not the gun but the man behind the gun”– bukanlah senjata yang penting, melainkan manusia yang menggunakan senjata itu. Senjata yang modern itu tidak mempunyai arti apa-apa apabila manusia yang dipercayakan menggunakan senjata itu tidak mempunyai kejujuran, semangat berjuang, dan jiwa pengabdian terhadap Negara dan Bangsa. Sebaliknya, senjata yang sederhana itu akan besar manfaatnya terhadap rakyat banyak, apabila manusia yang dipercayakan untuk menggunakan senjata itu jujur, memiliki semangat juang yang tinggi dan jiwa pengabdian terhadap Negara dan Bangsa. Ungkapan di atas berlaku juga bagi Pegawai Negeri Sipil dengan kata-kata yang lain, umpamanya “not the table but the man who sit behind the table” – bukanlah meja mentereng melainkan manusia yang duduk di belakang meja itulah yang paling menentukan. Walaupun kita telah memiliki kantor yang megah dan meja mengkilat, tetapi itu tidak mempunyai arti apa-apa, apabila manusia yang duduk di belakang meja itu tidak mempunyai kejujuran dan rasa pengabdian terhadap masyarakat. Sebaliknya, walaupun hanya memiliki kantor dan peralatan yang sederhana, apabila kita memiliki pegawai yang cakap, jujur, dan memiliki rasa pengabdian dan rasa tanggung jawab terhadap Negara dan masyarakat, maka pelayanan bagi masyarakat akan menjadi lancar dan tepat pada waktunya.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan