Para pejabat di Indonesia banyak yang terbawa arus selera populer yang menilai keberhasilan program pembangunan pertanian kita dari meningkatnya produksi dan konsumsi beras oleh masyarakat. Keterlenaan dari sudut pandang itu membuat kita lupa untuk mendorong produksi aneka ragam pangan sekunder yang selama ini memang tidak pernah berada dalam porsi yang memadai. Padahal, menurut Nasikun, penulis artikel ini, peningkatan produksi bahan pangan sekunder ini dapat menjadi tulang punggung pendapatan keluarga para petani miskin.