Pengantar
Ilmu ekonomi mengajarkan bahwa keputusan-keputusan yang berhubungan dengan penggunaan sumber-sumber ekonomi yang terbatas untuk tujuan memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia—yang umumnya tak terbatas—sebaiknya diambil berdasarkan kriteria dan evaluasi yang bersifat obyektif. Interaksi antara permintaan dan penawaran di pasar, dianggap oleh ilmu ekonomi sebagai mekanisme yang paling obyektif yang sanggup memberikan indikasi tentang bagaimana bentuk serta sifat keputusan-keputusan yang akan diambil. Hal ini kemudian, dengan berbagai derajat keketatan analitis, diterapkan bukan saja pada pengambilan keputusan tentang pemenuhan kebutuhan sandang dan pangan, tapi juga pada pengambilan keputusan tentang hal-hal yang menyangkut kesejahteraan masyarakat yang umum sifatnya seperti pemukiman, pendidikan serta kesehatan. Segala usaha ilmu ekonomi kemudian ditujukan pada pencarian dasar serta cara yang lebih sempurna dari proses pengambilan keputusan tersebut.
Dalam usaha itu ilmu ekonomi praktis bersikap netral terhadap soal pembagian pendapatan dan implikasi dari pola pembagian pendapatan terhadap kesejahteraan ekonomi dan sosial berbagai golongan masyarakat. Tapi realitas dunia, dan persepsi serta kesadaran atas realitas itu, ternyata kemudian memaksa dilakukannya perubahan-perubahan fundamental atas cara pendekatan yang digunakan ilmu ekonomi ini. Pada awal dekade 1950-an perubahan-perubahan terjadi untuk memenuhi kebutuhan serta realitas yang terdapat pada negara-negara Dunia Ketiga, dan sebagai hasilnya lahir cabang ilmu ekonomi, ekonomi pembangunan. Pada awal dekade 1970-an perubahan-perubahan yang lebih mendasar lagi dilakukan untuk menghadapi realitas yang didapati pada golongan berpenghasilan rendah di negara-negara Dunia Ketiga—yang merupakan “golongan termiskin dari negara-negara miskin.” Perhatian besar yang mulai tertumpah pada masalah pembagian pendapatan dan kemungkinan perataannya, merupakan indikasi atas perkembangan ini.1
1 Lihat: Roberts S. McNamara, Address to the Board of Governors, Washington, D.C., 27 September, 1971; Irma Adelman dan Cynthia T. Morris Economic Growth and Social Equity in Developing Countries, (Stanford, California: Stanford University Press, 1973); Hollis Chenery dan Moises Syrouin, *Patterns of Development, 1950-1970*, (World Bank: Oxford University Press, 1975), terutama Bab II; Roberts S. McNamara, Address to the Board of Governors, Washington D.C., 24 September 1971; dan Irma Adelman, “Development Economics — A Reassessment of Goals”, The American Economic Review (edisi khusus, “Paper and Proceedings of the Eighty Seventh Annual Meeting of the American Economic Associa-

