Pengantar
Para pengunjung School of Law, University of California di kota Berkeley, Amerika Serikat, pasti akan tertegun sejenak apabila membaca serangkaian kalimat yang terukir dengan bagusnya di atas pintu masuk sekolah tersebut. Mereka pasti tidak akan berhenti hanya untuk sekedar melihat kerapian tulisannya, akan tetapi oleh makna kata-katanya yang dibawahnya dibubuhi nama Cardozo, yaitu nama seorang hakim yang terkemuka. Makna rangkaian kata-kata tersebut antara lain menyatakan bahwa ketika seseorang belajar ilmu hukum dan hukum, maka
Anda akan mempelajari kebijaksanaan masa lalu, karena di padang belantara dengan nasihat yang saling bertentangan, sebuah jalan telah dibuka. Engkau akan mempelajari kehidupan umat manusia, karena inilah kehidupan yang harus engkau atur, dan, untuk memerintahkan dengan kebijaksanaan, harus tahu. Engkau akanmempelajari ajaran-ajaran keadilan, karena ini adalah kebenaran yang melalui engkau akan sampai pada saat kemenangannya. Inilah penekanan tinggi, upaya yang baik, kemungkinan pencapaian yang luar biasa, di mana saya memanggil Anda dan mengucapkan selamat datangkepada Anda.
Betapa kata-kata tersebut mendapat tempat yang khusus di dalam hati seseorang yang mempelajari ilmu hukum dan hukum, kiranya sulit untuk disangkal. Kata-kata Cardozo tersebut menurut hemat penulis, dapat diterapkan pada setiap lembaga pendidikan ilmu hukum dan hukum dimanapun juga. Namun, yang lebih penting lagi adalah masalah-masalah apakah yang menjadi isi daripada bangunan ilmu hukum dan hukum tersebut memang benar-benar identik dengan rangkaian kata-kata bermakna tersebut di atas. Hal ini disebabkan oleh karena ketika seseorang mempelajari ilmu hukum dan hukum, maka dia pertama-tama harus menyadari bahwa hukum bertujuan untuk menciptakan kehidupan yang damai melalui tugas-tugas mencapai kepastian hukum dan keadilan. Artinya kehidupan yang damai adalah suatu keserasian antara ketertiban dengan ketenteraman, melalui suatu keseimbangan antara kepastian hukum dengan keadilan.