Prisma

Pendidikan Multikultural untuk Masyarakat Terbuka

Judul: The Open Society and Its Enemies

Penulis: Karl Popper

Penerbit: Routledge & Kegan Paul, Ltd, London, 1945

Volume I (374 halaman, termasuk indeks, ISBN: 0-415-04031-0)

Volume II (420 halaman, termasuk indeks, ISBN: 0-415-05134-7)

Pendiri bangsa Indonesia telah mengikrar kan “kebebasan positif”1 sebagai bagian tak terpisahkan dari hidup bersama. Namun, sejak diikrarkan enam puluh enam tahun silam, episteme tersebut belum menjadi milik semua elemen bangsa ini. Sekalipun demokrasi — yang esensi sesungguhnya adalah kebebasan positif — telah terpatri sebagai pijakan dasar dalam pelaksanaan pemerintahan Orde Reformasi 1998, implementasi ikrar the founding fathers tersebut de facto masih jauh dari realitas hidup bersama, bahkan cenderung menjadi angan-angan belaka.

Banyaknya peraturan daerah yang mengekang hak-hak dasar individu untuk mewujudkan dimensi eksistensial kemanusiaan setiap anggota masyarakat dalam menyelesaikan masalah yang bersumber dari perbedaan keyakinan dan pendapat, serta pilihan politik dalam hidup berbangsa dan bernegara, merupakan bukti betapa nihilnya kebebasan positif itu. Hal demikian bertentangan dan bertolak belakang dengan nilai-nilai demokrasi. Gene Sharp, misalnya, menegaskan bahwa memilih penyelesaian masalah dengan cara kekerasan dan anarkisme merupakan musuh utama demokrasi.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan